Daerah Jakarta utara merupakan salah satu daerah berkembang sebagai pusat bisnis dan industri besar. Di kawasan ini pula terdapat pelabuhan terbesar dan tersibuk di Indonesia, yaitu Pelabuhan Tanjung Priok. Pelabuhan ini merupakan pintu gerbang arus keluar dan masuknya barang ekspor dan impor maupun barang kiriman antar pulau.

Dalam kegiatan usaha yang demikian, gudang merupakan salah satu faktor penting untuk penyimpanan barang yang akan masuk maupun keluar. Apalagi, bagi perusahaan yang sudah cukup stabil, gudang merupakan aset penting untuk menjaga aset-aset perusahaan. Penyimpanan di gudang khusus ini tentu saja berfungsi agar barang dagangan lebih terawat dan tidak mudah rusak.

Nah, pada artikel kali ini kami akan membahas mengenai pilihan pemilikan gudang, lebih baik membeli atau sewa. Kadang kala, pilihan membeli atau menyewa gudang menjadi pilihan yang cukup sulit. Untuk itu kami akan membahas dari segi kekurangan dan kelebihannya. Namun, sebelum itu terlebih dulu pemilik perusahaan paham betul kebutuhan akan gudang, mulai dari fungsinya.

Fungsi Gudang Penyimpanan dalam Dunia Bisnis

Berdasarkan fungsinya, ada dua jenis gudang yang perlu diketahui para pebisnis, yaitu gudang distribusi dan gudang penyimpanan. Mengapa dibagi menjadi dua? Sebab, waktu penyimpanannya akan berbeda antara gudang distribusi dan penyimpanan, sehingga perbedaannya ditentukan berdasarkan luasnya.

Gudang distribusi umumnya memiliki  ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan gudang penyimpanan. Barang yang akan didistribusikan biasanya tidak akan memerlukan waktu yang lama untuk disimpan, sehingga gudang yang digunakan tidak perlu besar. Namun, letaknya harus strategis. Misalnya, jika pendistribusiannya ke toko-toko di pusat kota, maka sebaiknya ambil wilayah pusat kota sebagai gudangnya. Jika pendistribusian lebih banyak ke luar pulau, maka sebaiknya ambil wilayah dekat pelabuhan.

Sedangkan, gudang penyimpanan membutuhkan tempat yang luas. Hal ini dikarenakan barang yang disimpan akan membutuhkan waktu yang lebih lama daripada barang yang langsung akan didistribusikan. Tentu saja membutuhkan area yang lebih luas agar barang yang disimpan tidak lekas rusak, terutama apabila jumlah barang diproduksi dalam jumlah yang tidak sedikit. Barang yang disimpan dalam waktu lama dalam posisi menumpuk tinggi, tentu akan membuat kualitas barang menurun.

Kedua jenis ini penting untuk diketahui para pemilik bisnis agar biaya perhitungan biaya operasional menjadi lebih akurat. Salah-salah memilih jenis gudang bisa memakan budget yang besar atau over budget, padahal harusnya hanya mengeluarkan sedikit budget.

Lantas, bagaimana dengan sistem kepemilikan gudang yang terbaik? Lebih baik membangun, membeli, atau menyewa? Mari kita bahaskan kekurangan dan kelebihan dari ketiga opsi tersebut.

  • Pertimbangan Membangun Gudang

Pilihan ini tentu saja hanya boleh dipertimbangkan oleh perusahaan-perusahaan besar yang sudah mampu bertahan dalam jangka waktu panjang. Sebab, tentu saja memiliki gudang sendiri merupakan pilihan paling ekonomis, apalagi jika kebutuhan perusahaan dalam hal penyimpanan cukup unik dan berbeda dengan layout gudang kebanyakan.

Di sisi lain, membangun gudang tentu membutuhkan dana yang amat sangat besar. Sebaiknya, perlu diadakan perhitungan yang detail apakah pemasukan perusahaan akan cukup menutupi pendanaan pembangunan gudang yang jelas akan memakan biaya besar ini. Selain itu, penting juga untuk mempersiapkan sumber pendanaan lainnya selain dari biaya operasional, apabila secara mendadak kondisi ekonomi tiba-tiba anjlok.

Oleh karena itu, pilihan yang satu ini sebetulnya jangan coba-coba dipilih oleh perusahaan yang tidak betul-betul membutuhkan konstruksi yang khusus dan masih termasuk kategori perusahaan baru. Sebab, resikonya akan sangat besar, bahkan bisa fatal dan memungkinkan terjadinya kebangkrutan jika tidak hati-hati.

  • Pertimbangan Membeli Gudang

Membeli gudang biasanya menjadi salah satu pilihan bagi perusahaan yang mempunyai pemasukan yang besar dan stabil. Apalagi, jika perusahaan tidak membutuhkan bangunan gudang yang unik atau memiliki konstruksi yang khusus.

Melakukan pembelian gudang untuk penyimpanan aset perusahaan bisa dikatakan lebih menghemat biaya atau lebih ekonomis seiring dengan depresiasi biaya per tahunnya. Apalagi, jika gudang digunakan secara sustain atau berkelanjutan seiring dengan panjangnya usia perusahaan.

Namun demikian, di sisi lain opsi membeli gudang memiliki beberapa konsekuensi bagi perusahaan, yaitu salah satunya masalah budgeting. Pendanaan akan terasa cukup berat di awal, karena akan memakan biaya yang cukup besar. Maka dari itu, jika memilih opsi untuk membeli gudang, perusahaan harus betul-betul melalui perhitungan anggaran yang matang.

  • Pertimbangan Menyewa Gudang

Jika pilihan membeli gudang cocok untuk perusahaan yang sudah stabil secara pemasukan, perusahaan yang belum stabil secara pemasukan bisa memilih pilihan yang kedua, yaitu dengan menyewa gudang. Banyak keuntungan saat perusahaan memilih opsi kedua ini. Pertama, biaya yang dikeluarkan saat awal penyewaan tidak terlalu besar atau setidaknya tidak sebesar biaya bangun atau beli gudang. Sehingga, penyewaan gudang dapat didanai dari biaya operasional tahunan.

Kedua, apabila diperlukan adanya perubahan, seperti perubahan ukuran luas gudang yang sesuai dengan kebutuhan, maka pilihan ini sangat memungkinkan. Karena, setelah habis masa sewanya, perusahaan bisa pindah atau menyewa ke gudang lainnya yang kapasitasnya lebih besar atau lebih kecil.

Ketiga, biaya operasional per tahunnya tidak begitu besar dibandingkan dengan memiliki gudang sendiri. Maksudnya adalah biaya yang terkait dengan operasional gudang, seperti biaya sewa lahan parkir, biaya keamanan, biaya perawatan lingkungan, dan sebagainya. Sebab, seluruh biaya ini ditanggung bersama atau dibagi rata antara para penyewa. Tentu saja, hal ini lebih meringankan beban perusahaan dibandingkan dengan memiliki gudang sendiri.

Namun, ya tentu saja Anda tidak memiliki keleluasaan dalam mengatur kebijakan yang berlaku di area gudang. Karena segala halnya harus dikompromikan bersama dengan perusahaan lainnya yang juga menyewa gudang di area yang sama. Selain itu, jangan pernah lewatkan surat perjanjian sewa secara tertulis oleh pihak pemilik gudang. Jika perlu, tuliskan pula prosedur penyewaan dan ketentuan lainnya, seperti apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Isi perjanjian tersebut juga meliputi biaya perawatan dan perbaikan gudang bilamana ada terjadi kerusakan selama penggunaan.

Ketiga pilihan tersebut, entah membangun, membeli, atau menyewa gudang, sebaiknya menjadi perbincangan dna pertimbangan yang matang-matang. Bahkan, jika memang tidak terlalu membutuhkan area penyimpanan yang terlalu banyak, sewa saja bangunan lain selain gudang. Karena berani mempertimbangkan ketiga hal diatas, sudah pasti harus berani mengeluarkan biaya atau pendanaan yang sangat besar untuk itu.

Nah, bagi Anda yang sedang mencari sewa gudang di Tanjung Priok, ada banyak sekali opsi yang bisa dipilih. Mulai dari yang luas ukurannya, memiliki fasilitas lengkap, lokasi yang strategis dengan tol dan pintu masuk pelabuhan, bebas pungutan, terbuka selama 24 jam, serta lingkungan yang nyaman, bisa dipilih sesuai kebutuhan. Ingat, jangan sampai salah pilih, karena tentu saja bisa sangat mempengaruhi biaya operasional perusahaan Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *